KONSELPOS,COM-Konawe Selatan- Kapolres Konawe Selatan AKBP. Erwin Pratomo S.I.K, melalui Kasat Reskrim AKP. Fitrayadi SH, menjelaskan bahwa masyarakat Desa Puupi Kecamatan Kolono,Kabupaten Konawe Selatan, Provensi Sulawesi Tenggara ( Sultra ), menemukan Sosok mayat dengan posisi lagi tengkurap di jalanan setapak menuju perkebunan, masyarakat, Kamis (28/1/2021).
Kasatreskrim Polres Konawe Selatan AKP. Fitrayadi SH membenarkan dan menerangkan bahwa mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga desa Puupi bernama Jasmin pada Kamis pagi 28 Januari 2021, sekitar pukul 06.30 Wita.
"Mayat yang diketahui identitasnya bernama Tauta (53), berdasarkan keterangan yang dihimpun dari masyarakat juga dengan dokumen identitas yang ditemukan di tubuh korban.
Melalui keterangan dari masyarakat yang di terima oleh petugas kepolisian Polres Konsel dan Polsek Kolono bahwa korban berprofesi sebagai nelayan asal dari warga Desa Wangkolabu, Kecamatan Tobea, Kabupaten Muna, Sultra," ucap Fitrayadi.
Adapun kronologi penemuan mayat tersebut bermula dari saksi Jasmin pada Kamis pagi sekitar pukul 06.30 Wita hendak pergi ke kebun, setelah diperjalanan ia melihat korban sementara terbaring dengan posisi tengkurap.
"Kemudian saksi Jasmin mengecek keadaan korban sudah tidak bernyawa lagi, lalu ia pun langsung memberitahukan atas kejadian tersebut ke warga Desa Puupi lainnya dan melaporkan ke pihak Polsek Kolono," sebut Kasat Reskrim Polres Konawe Selatan Fitrayadi.
Lanjut, Fitrayadi, saat itu juga usai menerima laporan dari warga, Kapolsek Kolono AKP. Kamaruddin beserta anggotanya langsung menuju ke lokasi penemuan mayat untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara ( TKP), selanjutnya jasad korban pun langsung dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan visum, papar Fitrayadi.
"Saat Kanit Reskrim Polsek Kolono memeriksa fisik korban, ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada diri korban, namun sampai saat ini hasil visum dari Puskesmas belum kami terima," jelasnya.
Selain itu, ditemukan juga beberapa barang yang diduga milik korban namun tidak ditemukan benda-benda yang mencurigakan, diantaranya yakni 1 buah ponsel, 1 bungkus rokok dan korek gas milik korban.
"Dan sejak ditemukannya mayat tersebut, kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi untuk dimintai keterangan, semoga kasus penemuan mayat ini dapat kami ungkap penyebab kematiannya," Sebut Kasat Reskrim Polres Konawe Selatan Fitrayadi dalam rilisnya.
Dari pihak keluarga korban atas nama Ahrin saat di hubungi dari media ini melalui telpon, menjelaskan kami menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum dalam hal ini kepolisian Polres konawe selatan menelusuri dan menindak lanjuti atas kejadian ini, tersebut agar secepat mungkin terungkap penyebat hilangnya nyawa keluarga martua saya, ungkap Ahrin.
Dan mayatnya kami akan bawa ke kampung asalnya di Desa Tobea Kabupaten Muna di makamkan, tutup Ahrin.( * )

