KONSELPOS,COM.Konawe Utara - Polemik tumpang tindih lahan tambang antara 11 IUP swasta dengan PT. Aneka Tambang Tbk kembali mencuat ke permukaan publik.
Pasalnya, PT. Aneka Tambang Tbk site mandiodo di kabarkan telah kembali melakukan aktivitas pertambangan di wilayah Mandiodo, Kec. Molawe, Kab. Konawe Utara.
Menanggapi hal itu, Presidium Konsorsium Nasional Pemantau Tambang dan Agraria (Konutara) Hendro Nilopo angkat bicara.
Menurutnya, keberadaan 11 IUP swasta sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Terkhusus masyarakat Kab. Konawe Utara dan terkhusus lagi masyarakat lingkar tambang mandiodo. Itu di buktikan dengan terserapnya ratusan tenaga kerja lokal di 11 IUP Swasta, Senin(11/10/21)
“Keberadaan 11 IUP swasta di Konut ini sangat penting, ada ratusan orang yang menggantungkan hidup sebagai pekerja atau karyawan di perusahaan mereka. Jika kegiatan 11 IUP itu terhenti maka secara otomatis ratusan tenaga kerja juga akan kehilangan pekerjaannya”.
Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan kepada pemerintah agar ekstra hati-hati membuat keputusan terkait polemik tumpang tindih lahan tambang di Blok Mandiodo. Sebab kehidupan masyarakat bergantung pada kebijakan pemerintah.
“Banyak hal yang harus di pertimbangkan oleh pemerintah, terutama mengenai hajat hidup orang banyak, jika nantinya 11 IUP swasta di hentikan maka secara otomatis ratusan masyarakat akan kehilangan pekerjaan. Siapa yang akan bertanggung jawab jika itu terjadi?”.
Selain daripada itu, aktivis nasional asal Konawe Utara itu juga mengingatkan, agar pemerintah tidak melupakan salah satu adagium hukum ‘Salus Populi Suprema Lex Esto’ yang berarti Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi
“Saat ini kewenangan mengenai sektor pertambangan sepenuhnya berada di pemerintah pusat, maka nasib masyarakat yang menggantungkan hidup di 11 IUP swasta bergantung pada keputusan pemerintah pusat, kami hanya mengingatkan bahwa Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi”.
“Jika 11 IUP swasta di Blok Mandiodo di hentikan, maka yakin dan percaya akan terlahir ‘Pengangguran Masal’ di Kab. Konawe Utara”Tutupnya.( Red )

