Konselpos.com || Konawe Selatan - Pemerintah Desa Koeono,Kecamatan Palsel terkait kebijakan Bupati konawe selatan yang memberikan kesempatan bagi tiap kepala desa se-kabupaten konawe selatan untuk melakukan program kaji banding ke daerah- daerah yang dianggap lebih maju didalam memajukan desanya dinilai sangat bermanfaat oleh banyak pihak.
Tak terkecuali Aksar, S.E selaku kepala Desa koeono, kecamatan palangga selatan, kabupaten Konawe selatan yang baru-baru ini melaksanakan kegiatan kaji banding bersama camat dan seluruh kepala desa, dan pengurus BUMDes sekecamatan palangga selatan di desa Ponggok, kecamatan Polanharjo, kabupaten Klaten jogjakarta.
Ditemui dikediamannya pada Senin, (19/06/2023) Kades koeono sangat antusias bercerita tentang harapannya untuk meniru apa yang dilakukan oleh kepala desa Ponggok tersebut.
Seusai melakukan kegiatan kaji banding tersebut, dirinya merasa mendapatkan banyak inspirasi, serta tambahan ilmu dan pengalaman selama mengikuti kegiatan kaji banding tersebut.
Salah satu yang menginspirasi bagi kades yang dilantik pada Pebruari 2020 lalu itu adalah kemampuan kepala desa Ponggok merubah desanya dari semula hanya desa yang miskin bahkan menempati urutan ketiga termiskin se provinsi DKI jogjakarta pada tahun 2007 lalu, sekarang menjelma menjadi desa paling maju dan paling mandiri se- Indonesia.
Untuk diketahui, tahun 2021 lalu saja pendapatan Bumdes desa Ponggok melalui pengelolaan wisata air tawarnya ditambah beberapa unit usaha lainnya, desa Ponggok berhasil membukukan penghasilan sebesar 17, 3 milyar dengan rata2 pertahun sebesar 3 sampai 4 milyar.
"Membangun desa harus bermula dari mimpi,"ucapnya menirukan perkataan kepala desa Ponggok saat itu.
"Kami melihat desa Ponggok mampu memanfaatkan potensi air tawar yang dimiliknya dari semula hanya dijadikan tempat membuang sampah lalu di rubah menjadi kawasan wisata kolam dangkal yang mampu mendatangkan pendapatan hingga milyaran rupiah setiap tahunnya," Lanjut Aksar.
Dirinya menambahkan, koeono memiliki sumber mata air yang cukup jernih serta debit airnya sangat besar, sangat mirip dengan yang dimiliki oleh desa ponggok.
Potensi tersebut yang ingin dia kembangkan untuk menjadikan desa koeono sebagai desa wisata berbasis permandian air tawar.
"in syaa Allah semoga dimudahkan, tahun depan kami ingin membangun sebuah sarana permandian air tawar, dengan memanfaatkan sumber air mata koeono yang ada di desa koeono ini agar mampu menjadi lokomotif ekonomi masyarakat yang berkelanjutan, Disana nanti kami di samping mengembangkan wisata air tawar, kami juga akan mengkolaborasikan dengan kuliner dan penjualan alat-alat permandian" ungkapnya.
Menurutnya, untuk mewujudkan impian tersebut dirinya sangat butuh dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan hingga seluruh elemen masyarakat desa koeono.
"Kalo dilihat dari tingkat kesulitan pastilah program ini terbilang sulit, karena yang harus dipikirkan adalah soal anggarannya yang sangat besar, belum lagi lahan yang akan dipakai masih dikuasai oleh beberapa orang masyarakat, tapi tentunya semua itu kita harus berani bermimpi dan berbuat, mudah-mudahan impian ini bisa kami wujudkan kedepan agar orang luar koeono bisa mengenal Koeono sebagai desa wisata berbasis kolam air tawar, tentunya dukungan dan doa dari semua pihak sangat kami harapkan termasuk dukungan dari teman- teman media" selorohnya.
(Bair)

