Dua Orang Penerima Bantuan Gercep di Desa Sipi Sirenja Diduga di Rugikan Oknum Kades dan Fasilitato





Konsel pos.com || Donggala - Minggu-5-februari 2024 telah dilaksanakan pembagian bantuan Gercep pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan  di duga ada permainan kong kalingkong kerja sama antara fasilitator dan oknum kepala desa Sipi.

Ironisnya bantuan Gercap tersebut di turunkan oleh pemerintah pusat kepada penerimah yang sudah terdaftar namanya di desa Sipi akan tetapi bantuan tersebut tidak sesuai harapan oleh penerimah.

Hal ini di laksanakan di kantor desa sipi kecamatan sirenja, kabupaten donggala,Sulteng  pada hari minggu  pukul 08 .30 pagi sampai 05.30 wita.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh aparat desa , fasilitator dan ketua Tim pelaksana kegiatan Taharudin,fasilitator Aswat dan penangung jawab Irwan Laisi s.Ar selaku  kapala desa sipi serta dihadiri oleh 133 penerima manfaat.

Awal dari kesepakatan menurut kedua penerima manfaat Kaldin dan Tinus pembelanjaan di dampingi oleh fasilitator itu pun tidak terpenuhi kemudian pemerintah desa dengan fasilitator mengundang kembali penerima manfaat pada tgl 09 desember2023 untuk  menulis secara ter tertulis  keiginan penerima Gercep untuk di belanjakan.

Kemudian pada tangal 09 januari 2024 penerima di undang untuk pencairan uang tunai 10 juta akan tetapi yang di terima hanya buku rekening  yang berisi uang 10 juta rupiah ternyata uang sudah di tranper dengan pengusaha atas nama Cow yang berasal dari desa ujumbou, kecamatan sirenja, ungkap penerima manfaat Kaidin.

Sehingga kedua penerima manfaat ini merasa di bohongi dan dibodohi karena tidak puas maka kedua penerima bantuan Gercap ini keberatan dan langsung mendatangi ruangan kantor kades Sipi Irwan Laisi S.gr mempertanyakan pak uang kami di mana? kok cuma buku rekening sedangkan yang kami pesan tidak sesuai dengan barang yang datang dan kalau kami mau terima barang ini kwitansinya dan nota kesepahaman barang mana?.

Dengan spontan Kades Sipi Irwan Laisi S.Agr dengan nada suara keras dan mara dengan  kata kalau kamu tidak terima maka barang ini saya alihkan dengan orang lain dan kalau kalian minta kwitansi silahkan pergi sama Cow, kata kepala desa Salipi, ungkap penerima manfaat Kaldin dan Tinus.

Mendengarkan kata kepala desa Sipi Irwan Laisi penerima manfaat Kaidin menjawab kalau bapak mau alihkan ke orang lain silahkan dengan wajah kecewa.

Maka dari itu kepala desa Sipi  pending bantuan tersebut  kepada kedua penerima, kemudian dari kedua penerima meminta bantuan kepada sala seorang wartawan media konselpos nama Indra untuk memediasi ke sala satu fasilitator atas nama Andi dan Aswat bahwa kedua penerima ini harus di berikan hak mereka jangan tidak diberikan kalau mereka melapor ke yang berwajib bahaya, ujar Indra wartawan.

Sehingga dari kedua fasilitator Andi dan Aswad untuk menyelesaikan hal tersebut bersama pemerintah desa Sipi agar barang tersebut di berikan dan di hitung harganya sesuai harga dari toko dan sisa uangnya di kembalikan kepada penerima.

Beberapa waktu berjalan dari kedua penerima di panggil oleh kepala desa Sipi Irwan Laisi di ruangannya disuru hitung berapa jumlah, tapi dari kedua penerima tersebut sama sekali tidak tau apa lagi saudara Tinus jangankan menghitung  membaca pun tidak tau  dikarenakan tidak lulus di bangku sekolah dasar, ungkap saksi Indra.

Kemudian penerima manfaat satunya bernama Kaidin menghitung jumlah harga bahan menurutnya sudah pas ternyata hitungannya sala karena hitungannya nota yang di rekayasa oleh fasilitator menamba namba harga setiap 1 aitem barang, kawat duri saja harga 1 buah Rp 2.500.00 ( dua ratus lima puluh ribu rupiah  padahal harga toko hanya Rp 750.00( tuju puluh lima ribu rupiah  sebanyak 5 buah, dan 1 tangki semprot Malaysia di tulis harga Rp 1050.000 padahal harga toko hanya Rp 750.000 saja.

Setelah barangnya diterimah dari kedua penerima membawa pulang barang namun hati mereka merasa kecewa karena diduga di bodohi oleh oknum kades penanggung jawab dari bantuan tersebut.

Setelah itu dari kedua penerima manfaat berpikir akan melaporkan ke kejaksaan tinggi atas kejadian tersebut serta membawa barang bukti yang diduga di rekayasa oleh fasilitator dan di setujui oleh kepala desa Sipi Irwan Laisi untuk sementara waktu sementara dalam proses oleh pihak kejaksaan tinggi Sirenja, papar Indra saksi,( * )

Laporan : Indra

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama