Oleh : Yonathan Tokii. Ketua Imum Seniman Tampo Bada Lore Selatan Sulawèsi Tengah.
*Salam Budaya Matinuwu I Kita Pasangkani*
Konselpos com || Sulawèsi Tengah - Raigo atau Rego adalah tarian dan syair tradisional yang berasal dari Sulawèsi Tengah Kesenian ini hidup di masyarakat Suku Kulawi, Suku Kaili dan Suku Bada, dari ketiga Suku ini menamakan Tari Raigo dengan penyebutan berbeda. Suku Kulawi menyebut Raego, Kaili menyebut Rego, dan Suku Bada menyebut Raigo.
Tari Raigo adalah menari dalam formasi lingkaran sambil menyanyikan syair-syair panjang dalam bahasa Uma tua atau sebutan orang tua terdahulu.
Syair rego berbeda-beda karena menyesuaikan dengan acara yang dibuat. Jika Raigo dimainkan setelah panen, syairnya tentang proses membuka ladang, menanam, menyiangi, hingga memanen. Jika Raigo dimainkan sebagai penghiburan keluarga yang berkabung, syairnya berisi siklus hidup manusia dari lahir sampai mati serta menceritakan kebaikan orang yang mati saat masih hidup.
Dengan punahnya Seni Tari Raigo ini di Sulawèsi Tengah terkhusus di Daerah Lembah Bada,Lore Selatan dan Lore Utara, maka dari itu, Yonathan Tokii penulis sejarah Bada dan pengiat sejarawan juga salasatu Meastro Sastra Tradisional Sulawèsi Tengah.
Yonathan Tokii sangat bersyukur kepada Tuhan yang mana berkat dan Do,a sehingga Kementrian Balai Pelestarian Kebudayaan ( BPK ) Wilayah 18 Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat yang memberikan dukungan kepada saya hingga Seni Tari Raigo ini kembali mengali Budaya yang selama ini sudah sama sekali punah, ungkap Yonathan.
Sebagai pendukung Sulawèsi Tengah di Negeri seribu Megalit Tari Raigo yang selalu di gunakan pada uoacara penyambutan para Surudado kembali dari medan perang ini bisa kita lestarikan kembali, kata Yonathan Tokii.
Tari Raigo,lanjut Yonathan, merupakan pemujaan suka dan duka yang biasa di laksanakan di halaman Duhungga atau Watu Molindo serta pada acara besar Suku Bada lainnya, Tutup Yonathan Tokii Maestro Sastra Tradisional Sulawèsi Tengah,( * )
Editor : Arsan Tonto




