Konselpos.com || Konawe Selatan - Merasa kesal dengan kendaraan pemuat biji sawit yang lalu lalang sehingga berdampak debu di desa Mekarsari dusun apure kecamatan palangga,kabupaten Konawe Selatan memicu tindakan masyarakat yang berada di daerah tersebut melakukan blokade jalan.
Salah seorang tokoh pemuda desa Mekarsari Samsul Sabtu (02/11/2024) menuturkan, lalu lalang kendaraan pemuat bijih sawit ini berasal dari daerah kecamatan mowila dan daerah sekitar lainnya yang diangkut menuju pabrik pengolahan biji sawit yang berada di desa laeya, kecamatan laeya, kabupaten Konawe selatan.
Menurutnya, aktivitas pemuatan biji sawit tersebut sering menimbulkan debu yang beterbangan sehingga banyak anak-anak yang kesekolah dengan berjalan kaki terserang flu dan batuk akibat debu tersebut, apalagi pada saat musim kemarau seperti saat ini.
"Mereka selalu konvoi pada saat melintas dan tak jarang setelah kosong mereka selalu balap-balap sehinggadi samping debu juga sangat rawan kecelakaan karena biasanya anak-anak sekolah pulang dari sekolah dengan berjalan kaki," tuturnya.
Selain itu, perusahaan PT. MERBAU JAYA INDAHRAYA melakukan penyiraman jalan dianggap tidak maksimal sehingga tidak berpengaruh banyak terhadap debu apalagi di musim kemarau seperti saat ini.
Buntut dari persoalan itu, pada Jum'at malam (1/11/2024) masyarakat dusun apure desa Mekarsari melakukan blokade jalan dan melarang mobil pemuat biji sawit menuju ke pabrik PT. MERBAU JAYA INDAH RAYA untuk melintas di depan rumah mereka.
Aksi tersebut berlanjut hingga hari Sabtu (2/11/2024).
Menyikapi aksi blokade dari masyarakat, pihak perusahaan PT. MERBAU JAYA INDAH RAYA menurunkan sejumlah security yang berasal dari daerah kecamatan mowila untuk mengawal konvoi kendaraan pemuat biji sawit tersebut.
Tiba di desa apure, sejumlah security yang dikerahkan PT. MeRBAU JAYA INDAH RAYA tersebut langsung memaksakan untuk membubarkan blokade jalan yang dilakukan oleh masyarakat apure, hingga akibatnya salah seorang warga desa apure terkena pukulan dari salah seorang security perusahaan tersebut.
Situasi sempat memanas karena masyarakat yang tidak terima dengan perlakuan dari security tersebut langsung bergerak melakukan perlawanan.
Untungnya hal itu langsung dileraikan oleh pihak kepolisian Polsek palangga yang tiba di tempat kejadian bersama camat palangga dan kepala desa mekar sari, osep muamar Komara.
Atas kejadian tersebut, Samsul selalu tokoh pemuda dusun apure sangat menyesalkan tindakan barbar yang dilakukan oleh sejumlah security perusahaan tersebut.
"Seharusnya perusahaan bersikap bijak atas apa yang dilakukan oleh masyarakat, apalagi jalan yang dilalui ini merupakan jalan umum dan bukan jalan produksi perusahaan," tegasnya.
Lanjutnya, dari aksi blokade ini ada tiga tuntutan dari masyarakat yang disampaikan pada perusahaan, antara lain rekruitmen tenaga kerja yang harus serimbang dengan daerah lain penyangga perusahaan, karena keberadaan desa Mekarsari dusun apure termasuk penyanggah paling utama dalam kegiatan perusahaan PT. MERBAU JAYA INDAH RAYA namun penyerapan tenaga kerjanya paling minim dibanding desa-lain yang berada di area perkebunan.
Selain itu Corporate social responsibility (CSR) ditengarai tidak pernah di lakukan oleh perusahaan padahal sudah beroperasi sudah cukup lama, selain itu masyarakat dusun apure menuntut agar penyiraman jalan diserahkan kepada warga dusun apure dan tidak di kelola oleh warga Laur dusun apure.
Setelah musyawarah yang dimediasi oleh pemerintah desa apure, camat palangga dan Kapolsek palangga, akhirnya di sepakati akan diadakan pertemuan antara masyarakat dusun apure dan pihak perusahaan yang di agendakan hari Senin (04/11/2024), pukul 09.00 bertempat di balai desa apure. (Tim)



