Konselpos.com || Palu - Komunitas Seniman Tampo Lore (KSTL) Sulawesi Tengah yang di pimpin oleh Yonathan Tokii, S,Pt. C.Mtr Budayawan, Maestro Sastra Tradisi Sulawesi Tengah, sebagi ketua.
Dirinya sangat kecewa dan merasa kesal melihatb gambar dan Vidio patung megalit watu palindo (Molindo) yang menjadi aikon besar di Sulawesi Tengah di injak - injak setelah di naiki oleh seorang yang berkunjung di lokasi wisata tersebut.
Diketahui oknum tersebut sala satu guru yang mengajar di SMA 3 Palu melalu Fasibook yang bernama ( ZIAR BIRU ) .
Lebih lanjut, Yonathan mengatan mumngkin oknum tersebut belum mengetahui peradaban leluhur di Sulawesi Tengah termasuk di tanpo lore.
Atas kejadian ini Ketua KSTL Sulawesi Tengah Yonathan Tokii sangat kecewa dan akan menindak lanjuti sampai oknum pelaku memberikan jawaban permohonan maaf, agar peristiwa itu tidak akan terulang lagi, tandas Yonathan.
KSTL Sulawesi Tengah berharap pelaku yang menginjak ginjak ginjal leluhur ini diberikan nasehat dan diperingati oleh lembaga adat Bada agar jangan terulang kembali.
Ini termasuk pelanggaran adat yang seharusnya di jaga dan patud di hargai baik dari adat manapun, tegas Yonathan.
Atas kejadian itu menjadi pelajaran buat dia dan semua pengunjung yang niatnya akan merusak dan tidak mengetahui Peradaban adat istiadat di tanpo lore.
Yonathan, mengatakan mengapa seorang terduga guru sebagai pendidik tidak memberikan contoh suri teladan terhadap peradaban yang seharusnya ia menjaga dan memupuk dari kesatuan peradaban yang ada di Sulawesi Tengah.
Semestinya seorang oknum pendidik selalu proaktif memberi contoh yang terbaik
Dengan adanya kejadian tersebut di minta kepala Wilayah 18 Sulawesi Tenga dan Sulawesi Baratk akan menjadwalkan para jupel untuk menjaga situs setiap untuk menertibkan bagi pengunjung yang datang di lokasi
Wisata Patung megalit watu Palindo yang ada di tanpo lore, Kecamatan Lore selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Hemat Yonathan, karena itu aikon yang perlu kita lestarikan dan jaga bersama di Sulawesi Tengah.tutup Yonatah tokii.
Sementara itu seorang Toko Asli Suku tanpo Bada Arsan Tonto, angkat bicara dengan terjadinya patung megalit Watu palindo yang di injak oleh oknum guru sma 3 Palu ini melalui akun fb Nizar Nabelo dengan tulisan memandang lrmbah Bada dari atas Patung Palindo banyak mengundang warga net.
Ini jangan di biarkan tanpa melalui keputusan adat dan permohonan maaf di media bagi oknum tersebut, namun itu di sengaja atau tidak agar menjadi pelajaran bagi oengunjung yang lain, untuk lebih mengenal terlebih dahulu adat istiadat yang berlaku di Bada, tegas Arsan Tonto.


