Penguatan Peran PATRI Dalam Mendukung Pembangunan Kawasan Transmigrasi Yang Berkelanjutan


Oleh : Ir. Amsiqul Maarif, ST.,MM.,IPM.,ASEAN.Eng

(WK. KETUA DPD PATRI SULTRA)


Konselpos.com || Kendari - Program Transmigrasi bukan hanya sekedar memindahkan Penduduk antar daerah. Perlu dicatat bahwa progran Transmigrasi ini telah berlangsung lama bahkan era kolonial Belanda, lalu dilanjutkan era Pemerintahan Presiden Soekarno.

Namun Program Transmigrasi mencapai keemasanya pada era Presiden Soeharto, dimana salah satu indikator pencapainya adalah SWASEMBADA PANGAN NASIONAL. Tidak bisa dipungkiri Program Transmigrasi telah meningkatkan jumlah produksi komoditas pertanian seiring perluasan kawasan sentra pertanian.

Setelah OTONOMI DAERAH, Kawasan Transmigrasi menyumbang secara langsung pemekaran DAERAH OTONOMI DAERAH (DOB) Lebih dari 160 Kabupaten/Kota dan 3 Provinsi di Nusantara.

Pembangunan kawasan transmigrasi merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, pengurangan kesenjangan wilayah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks tersebut, kehadiran PATRI memiliki peran penting sebagai mitra strategis yang dapat menjembatani kepentingan pemerintah, masyarakat transmigran, dan pemangku kepentingan lainnya guna memastikan pembangunan kawasan transmigrasi berjalan secara berkelanjutan.

Penguatan peran PATRI menjadi krusial mengingat kompleksitas tantangan yang dihadapi kawasan transmigrasi, mulai dari keterbatasan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, adaptasi sosial-budaya, hingga penguatan ekonomi lokal. PATRI dapat berperan sebagai agen penggerak (catalyst) yang mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan. Pendekatan partisipatif ini penting agar program transmigrasi tidak bersifat top-down, melainkan tumbuh dari kebutuhan dan potensi lokal.

Dalam aspek ekonomi, PATRI berperan mendorong pengembangan usaha produktif berbasis potensi wilayah, seperti pertanian berkelanjutan, agroindustri, UMKM, dan ekonomi kreatif. Melalui pendampingan, pelatihan, serta fasilitasi akses permodalan dan pasar, PATRI dapat membantu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat transmigran sekaligus menciptakan lapangan kerja yang inklusif.

Dari sisi sosial dan kelembagaan, PATRI berkontribusi dalam memperkuat kohesi sosial antara masyarakat transmigran dan masyarakat lokal. Upaya ini dilakukan melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan, dialog sosial, serta pemberdayaan kelembagaan lokal agar tercipta harmoni sosial dan stabilitas wilayah. Kekuatan sosial ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan jangka panjang.

Sementara itu, dalam dimensi lingkungan, PATRI berperan mengadvokasi praktik pembangunan yang ramah lingkungan, seperti pengelolaan lahan berkelanjutan, konservasi sumber daya alam, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem. Integrasi aspek lingkungan dalam pembangunan kawasan transmigrasi menjadi syarat utama agar manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.

Dengan demikian, penguatan peran PATRI dalam pembangunan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan perlu dilakukan melalui peningkatan kapasitas organisasi, sinergi lintas sektor, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan. PATRI bukan hanya sebagai pelengkap program pemerintah, melainkan sebagai mitra strategis yang berkontribusi aktif dalam mewujudkan kawasan transmigrasi yang maju, mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.( * )

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama