Konselos.com || KONAWE SELATAN - Puluhan emak-emak di Desa Puao, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar aksi demonstrasi di depan dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi tersebut bahkan diwarnai dengan penyegelan dapur SPPG oleh warga, sehingga pelayanan sementara waktu dihentikan.
Dalam orasinya, warga mempersoalkan proses rekrutmen relawan SPPG yang dinilai tidak transparan. Mereka menyebut sejak awal tidak pernah ada penyampaian resmi kepada masyarakat terkait pembukaan penerimaan relawan atau karyawan.
Salah satu orator mengatakan, kuota relawan yang seharusnya berjumlah sekitar 30 orang justru hanya diumumkan sebanyak 22 nama, dan sebagian di antaranya bahkan belum tergabung dalam grup relawan.
“Harusnya di Puao ini jatahnya 30 orang relawan, tapi yang keluar namanya hanya 22 orang dan itu pun belum semua masuk dalam grup relawan,” ujarnya.
Warga juga menilai kepala dapur SPPG tidak mengindahkan rekomendasi dari pemerintah desa setempat dalam proses perekrutan tersebut.
Mereka berharap seluruh relawan MBG di SPPG Desa Puao berasal dari warga setempat, bukan dari desa lain.
“Harapan kami, 47 relawan MBG di SPPG Desa Puao harus warga Desa Puao semua, jangan dari desa lain. Kalau tidak, silakan pindahkan saja dapur SPPG ke Aopa,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, kepala SPPG Desa Puao yang disebut-sebut bernama Rifaldi belum memberikan keterangan resmi terkait aksi protes tersebut. (Adm)
Sumber : #NalarSultra #SPPGKonsel #KonaweSatan #MakanBergiziGraris


