Konselpos.com || Kendari – Rapat paripurna pengusulan pemberhentian Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Tariala, diwarnai kericuhan setelah hanya 19 anggota dewan hadir hingga membuat salah satu elite Partai NasDem, Muttaqin Siddik, naik ke kursi pimpinan, Senin (24/8/2026).
Rapat yang digelar di ruang paripurna DPRD Sultra itu sejatinya dijadwalkan dimulai pukul 09.30 Wita. Namun, agenda tersebut tidak kunjung dimulai karena jumlah anggota DPRD yang hadir belum memenuhi kuorum.
Kondisi tersebut membuat suasana di dalam ruang rapat memanas. Muttaqin Siddik yang berada di ruang sidang tampak kecewa dan meluapkan kekesalannya terhadap ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD Sultra.
Dalam video yang diterima redaksi Sultra Feeds, Muttaqin terlihat bergerak menuju kursi pimpinan DPRD Sultra. Ia kemudian naik ke kursi tersebut dan hendak mengambil alih jalannya rapat.
Aksi tersebut sempat membuat suasana ruang sidang tegang. Sejumlah pegawai yang berada di dalam ruang rapat kemudian berusaha menenangkan Muttaqin.
Setelah diredam, situasi di ruang sidang perlahan kembali kondusif. Namun, kejadian tersebut menjadi perhatian karena berlangsung di tengah rapat yang kembali terkendala persoalan kuorum.
Dikonfirmasi awak media, Muttaqin mengaku jengah dengan sikap sejumlah anggota DPRD Sultra yang dinilainya tidak menghadiri rapat paripurna.
"Rakyat mengambil alih sidang paripurna. Sebagai rakyat saya merasa jengah dengan kelakuan anggota DPRD yang tidak mau hadir pada paripurna," kata Muttaqin saat dikonfirmasi awak media, Senin (24/8/2026).
Menurut Muttaqin, rapat yang telah dijadwalkan dimulai pada pukul 09.30 Wita justru mengalami keterlambatan hingga sekitar satu setengah jam.
Ia juga menyoroti jumlah anggota DPRD Sultra yang hadir ketika rapat hendak dimulai. Saat itu, jumlah anggota dewan yang hadir disebut hanya 19 orang.
Minimnya kehadiran anggota DPRD tersebut membuat rapat paripurna tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya karena persoalan kuorum.
Penundaan rapat dengan agenda pengusulan pemberhentian Ketua DPRD Sultra juga bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya, rapat paripurna dengan agenda yang sama telah beberapa kali tertunda karena sebagian besar anggota DPRD Sultra tidak hadir.
Terakhir, pada Jumat (21/8/2026), rapat paripurna pengusulan pergantian Ketua DPRD Sultra bahkan tertunda sebanyak tiga kali lantaran jumlah anggota yang hadir tidak memenuhi kuorum.
Berulangnya penundaan tersebut membuat proses pergantian pimpinan DPRD Sultra terus menjadi sorotan publik.
Diketahui, DPP Partai NasDem telah mengusulkan pergantian Ketua DPRD Sultra dari La Ode Tariala kepada Syahrul Said sejak 26 November 2025.
Namun, hingga kini DPRD Sultra belum kunjung memproses usulan pergantian tersebut.
Situasi ini membuat agenda pengusulan pemberhentian Ketua DPRD Sultra kembali menjadi perhatian publik. Terlebih, rapat yang kembali terkendala kuorum kali ini bahkan diwarnai aksi Muttaqin Siddik yang naik ke kursi pimpinan DPRD Sultra.
Sumber : #kendariinfo #kendariinfocom #AL
