Pemerintah Desa Ambesea Melaksanakan Rapat Sesolisasi Terkait Lahan HGU Eks PT Kapas Menuai Kritik dan Masukan



Konselpos.com || Konawe Selatan Pemerinta Desa Ambesea, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan  menyelengarakan kan Rapat Sesoliasasi terkait penataan perumahan dan ganti rugi tanaman masyarakat yang berlokasi di wilayah lahan HGU Eks  PT Kapas Indonesia.

Dalam  agenda rapat  Sesoliasasi tersebut sebagai tindak lanjut dari rakor yang di selengarakan  Bupati Konawe Selatan, terkait lahan  yang di peruntukan untuk  pembangunan  Markas Kompi 5 Kopasus dan Rindam seluas 1000 ha di antaranya Markas Kopasus 500 ha dan Rindam 500 haektar.


Sesoliasasi berlangsung di balai desa Ambesea yang  di hadiri oleh Kepala, Edi Wulele, sekcam Laeya " Sabaruddin. A. SE.MM, Ikbal S.Sos, Letda Inf. Deruson mewakili Kopasus Kompi 5 dan ketua BPD Desa Ambesea " Usman Admaja S.Hut  di Balai Desa Ambesea, Senin 28 September  2026.

Maksut dan tujuan di selengarakan sesoliasasi penertiban perumahan warga dan ganti rugi tanaman  yang ada di wilayah perkebunan  Eks HGU PT Kapas Indonesea( KI ) di hadiri sekitar 163 warga yang tergabung guna untuk mendengarkan pemaparan tindak lanjut dari pemerintah Konawe selatan.


Selanjutnya Kepala Desa Ambesea" Edi Wulele  membuka ruang sesi pertanyaan dan masukan dari warga  guna untuk mendapat kesepakatan antara kedua pihak masyarakat dan pemerintah tanpa ada paksaan atau intimidasi dari pihak mana pun, artinya kami pemerintah mendengar apa yang menjadi kendala dalam penataan tersebut, ungkap  Kepala desa Ambesea.

Mari kita bersama sama membuka pikiran yang jerni karena ini bukan kepentingan pribadi saya selaku pemerintah desa, ini kepentingan  kita bersama dimana agar desa kita akan menjadi desa yang terang menderang dan pasti banyak di lirik oleh pihak infestor di dalam dunia usaha untuk menjadi ruang terbuka lebar bagi keluarga kita berkerja mencari nafka serta perputaran roda ekonomi semakin maju.

Saya selaku pemerintah  desa menerima dan  mendengar masukan dari warga guna untuk mencari selusi yang terbaik agar semuah pihak tidak ada salin merugikan,tuturnya


Adapun lokasi eks HGU PT Kapas Indonesia ( KI ) yang di maksut sekitar kurang lebih 2 ribu lebih  hektar secara keseluruhan meliputi dari 3 Desa yang ada di dua wilaya kecamatan yaitu Desa Lambakara dan Desa Ambesea, Kecamatan Laeya, Desa Lalongombu, Kecamatan Lainea. 

Saya selaku perpanjangan tangan dari pemerintah daerah selalu  membuka ruang diskusi dan menerima masukan dari unsyur masyarakat para Toko guna untuk mencari selusi jalan keluar yang lebih baik supaya semuahnya berjalan dengan baik tidak ada yang salin dirugikan, tegas Edi Wulele.

Sebelumnya Edi Wulele Kepala Desa Ambesea menjelaskan untuk lokasi pembangunan Markas Kompi 5 Kopasus berjumlah 510 hektar termasuk lokasi  untuk Rindam 500 haektar.

Selain itu penertiban perumahan dan tanamam jangka panjang akan dilakukan pendataan nanti di lakukan ganti rugi tanaman secara bertahab, dan renovasi perumahan akan di bangunkan rumah tipe 3 - 6 R di jalan poros mulai dari SDN 16 Laeya sampai di perbatasan desa Lalongombu sepanjang  500 meter  dan lebar  100 meter ke belakang jalan,papar Kades Ambesea.

Perlu diketahui atas nama pemrintah desa menyampaikan  tidak ada kepentingan pribadi khusus di dalam kepengurusan lahan tersebut semata berjuang untuk kebaikan masyarakat serta perkembangan wilayah khusnya di Desa Ambesea di mana nanti Desa Ambesea akan menjadi Kota yang banyak di lirik dari para penggusaha yang akan datang membuka usaha, jika ini terjadi Desa Ambesea akan menjadi pusat sentral usaha yang akan mensejaterakan  masyarakat, dan  perekonomian akan maju.

Diketahui terkait penataan lokasi pemukiman yang di renovasi seperti perumahan warga yang ada di lahan lokasi terebut sekitar  50 unit rumah akan di renovasi menjadi rumah tipe 3 x 6 R lengkap dan akan di terbitkan sertipikatnya lokasi tersebut  tepatnya di jalan poros  dari Sekolah SDN  16 Laeya  Tobimeita menuju perbatasan Desa Lalomgombo sepanjang 500 meter dan lebar ke belakang 100 meter.

Membuka dari awal pertanyaan datang dari toko  masyarakat sekaligus DPD terpilih di Desa Ambesea" Asnawi Taridala menyampaikan dengan adanya pembangunan markas Kompi 5 Kopasus di wilayah lahan HGU Eks PT Kapas  di Desa Ambesea tentunya mari  kita bersama - sama  melihat sejauh mana antara kepentingan pemerintah dan kebutuhan masyarakat, setahu saya bapak presiden Prabowo selalu menyampaikan keberpihakanya lebih  mengutamakan kepentingan masyarakat dari kepentingan segalanya, seperti yang di katakan dalam butiran pancasila  kemanusiaan yang adil dan  beradab serta  keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat, di mana kehadiran negara   jika hak-hak masyarakat seakan- akan  dipaksakan?'  ini yang perlu kita pikirkan bersama, agar tifak salin merugikan , tegas Asnawi Taridala.

Selain " Asnawi " Noval Tamburaka sebagai pewaris tana ulayak atas nama rumpun  Nonganeno"  menyampaikan sangat morespon dari kehadiran Markas Kompi 5 Komondo khusus ( KOPASUS )' di wilaya lokasi Eks HGU PT Kapas asalkan mengetahui di mana lokasi yang tidak mengangu dari tana ulayak rumpun Ndonganeno, karena di dalam wilayah lokasih lahan seluas kurang lebih 2000 haektar tersebut ada tanah ulayak dari rumpun keluarga Nonganeno dan Tamburaka, saya sangat mendukung  dengan pembanfunan  markas kompi 5 kopasus di lahansingkat yang di maksut asalkan melihat situasi di mana tana adat leluhur kami yang di buktikan perkuburan yang ada di sekitar lokasi Nongganeno dan Tamburaka, ungkat Noval.

Selanjutnya" pertanyaan dan masukan yang detail disampaikan langsung oleh sala satu toko masyarakat desa Ambesea " Abas jaya akan pasang badan biarpun nyawa menjadi taruhanya atau  melayang jika di paksakan wilayah lorong sebelah kanan menuju ke pelabuhan akan di ambil, saya akan pasang badan, tegas Abas Jaya.

Alasan yang tepat, kata Abas Jaya di lorong lingkungan dusun 4 sudah puluhan  perumahan warga  yang di dukung oleh jalan usaha tani serta lampu listrik PLN  yang di bangun oleh pemerintah.

Kira -kira kalau itu yang di masukan dalam lokasih pembangunan markas kopasus mau tinggal di mana kami masyarakat pasti banyak yang menjadi pengemis, kesal Abas Jaya.

Bahkan sala satu ibu rumah tangga sebut saja" Ratna dusun 04 sampai mengeluarkan air mata  jika lahan yang  lorong dusun 04 Ambesea  akan di ambil untuk pembangunan dari bangunankompi 5  kopasus tersebut( * )

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama