Masyarakat Adat Tolaki, Sekjend MAT : Hukum Adat, Hukum Agama dan Hukum NKRI




konselpos.com, Konawe Selatan - Merefleksi 3 tahun terakhir masyarakat Adat Tolaki yang mana sekelompok pemuda Tolaki bermunculan dalam berbagai indentitas yang mengatasnamakan Ormas Adat Tolaki. hal ini disebabkan akibat mulai terpinggirkannya Suku Bangsa Tolaki ditanah Kalosara'nya Sendiri,.

Dilain sisi disebabkan munculnya arus globalisasi yang ditandai dengan semakin banyaknya Suku bangsa lainnya yang datang ke Tanah Kalosara seiring dengan maraknya Perusahaan Pertambangan Nikel sejak Tahun 2010.,

Demi menjaga Tanah Kalosara dan adat istiadat nya maka Pemuda pemudi Tolaki Bangkit melalui ormas Adatnya masing-masing dengan satu Visi yakni :

*Menjaga dan melestarikan Budaya dan Adat Istiadat Suku Tolaki.*

Namun dalam Perjalanan'nya Ormas Adat pemuda Tolaki mendapat berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapinya seperti ketika menghadapi Masalah Penghinaan Suku Tolaki, Konflik Agraria terkait Perkebunan dan pertambangan dalam menyelesaikan'nya tanpa disadari hampir semua cara menyelesaikan kasus-kasus itu, tanpa pertimbangan yang matang bahkan terkadang main hakim sendiri, tidak melalui musyawarah Adat melalui Lembaga Adat padahal, kita ketahui bersama bahwa di negara kita adalah Negara Hukum., 
Seorang Kesatria  Tamalaki dahulu ketika akan turun lapangan dengan tujuan tertentu punya adab tersendiri, pertanyaan *Apakah ini sudah kita lakukan sebagai seorang  Tamalaki,..?* 
Pesan positif dari dewan Adat, Seakan terabaikan karena tidak menghindari beberapa sifat Seperti Menghindari sifat iri, takabbur, angkuh, musyrik, ego kelompoknya, tindakan tanpa koordinasi dan masih banyak lagi., 
Motto *"Mepoko'aso"* diartikan sempit, padahal kita di anugerahi akal dan Pikiran untuk difungsikan sebaik mungkin demi mewujudkan identitas Suku Tolaki. Makna Mepoko'aso tidak hanya dinilai dari satu sudut pandang saja, seperti Saat aksi Demonstrasi menuntut keadilan Namun masih ada hal lain yang terlupakan seperti saling bantu sesama anggota dan keluarganya yang lagi sakit, Melanjutkan pendidikan, pernikahan, kematian, keagamaan, bhakti sosial dan mengawasi jalannya Roda pemerintahan sebagai wujud nyata  mepoko'aso dalam arti luas.,




*Motto Mepoko'aso* sudah mulai hilang karena tidak adanya kesadaran diri pribadi masing-masing. kewajiban sebagai suku Tolaki yang tergabung dalam ormas Adat  dengan Tujuan menjaga dan melestarikan Budaya Tolaki seakan dilupakan. Konflik internal sesama ndolaki sudah mulai terjadi seperti tidak adanya lagi sifat saling menghargai, meninggikan ego sentris kelompoknya yang dipimpin'nya.,

Dewan Adat Tolaki melalui Lembaga Adat Tolaki dan Lembaga Masyarakat Adat Tolaki  mengidentifikasi sedikit demi sedikit untuk dapat mengurai masalah yang ada, demi  mengembalikan marwah Suku Bangsa Tolaki sebagai Suku yang beradab, beradat, beragama dan menjunjung tinggi hukum NKRI., 
Melalui kegiatan positif  ziarah makam, mosehe wonua, majelis dzikir,  baiat diri yang bertujuan Mengajak  para anggota Ormas Adat untuk fokus melestarikan adat dan budaya tolaki.,



Mosehe wonua, ziarah makam leluhur tolaki, mengangkat derajat nama leluhur, memfasilitasi pengadaan kerajinan tolaki melalui kerja sama dengan anggota dan pemerintah, Agar berdaya guna, mampu menghadapi perkembangan zaman, dapat  bekerja, dan bermanfaat untuk keluarga, Suku dan orang lain,dan Mengajak  menjauhi segala larangannya dan menjalankan segala perintahnya sesuai ajaran agama islam.

_*Kesemuanya itu dapat terlaksana dengan baik manakala Seluruh Elemen Masyarakat Suku Tolaki Mepoko'aso dalam Bingkai Kalosara Tolaki".*_ 

Selamat Tahun Baru Islam 1445 H 2023 M, *Tolaki Bangkit dalam Bingkai Kalosara.,* 
Konawe selatan, 16 Juli 2023 

Penulis : *Adi Yusuf Tamburaka*  (Sekjend Masyarakat Adat Tolaki Sulawesi Tenggara)

Laporan : Redaksi

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama