Konselpos.com || Walea Kepulauan Togean, Touna - Seorang gadis bernama Intan Laugi berusia 15 tahun di desa Kolami Kecamatan Walea Kepulauan, Kabupaten Tojo Una-una, Sulteng di duga dipaksa menikah oleh kedua orang tuanya dengan seorang duda usia 60 tahun yang berinisial H.DW.
Sang gadis yang bernama Intan Laugi ( 15 ), baru tamat dari bangku Sekolah Menengah Pertama ( SMPN ), dipaksa menikah oleh orang tuanya yang berinisial ( R & L ) alamat desa Kolami,Kecamatan Walea Kepulauan,Kab,Touna, Sulteng.
Intan Laugi ( 15 ) di paksa menikah dengan seorang duda berusia 60 tahun itu karena di duga untuk melunasi utang kedua orang tuanya.
Kepala desa,Kolami, Apriansah, membenarkan kejadian itu, bahkan anak tersebut sampai di aniayaa di pukuli oleh orang tuanya,malam sekitar pukul 07:00 wita), Sabtu 15 Juli 2023.
"Benar anak ini datang kerumah saya untuk meminta perlindungan, selang beberapa menit anak tersebut dirumah saya, tiba-tiba orang tuanya, beserta Om dan tente dari anak tersebut datang memukulinya dan menjambak rambut lalu menginjak-injak anak tersebut.
Menurut warga yang ada sekitar anak ini ditarik-tarik,dipaksa berangkat ke, Ampana naik kapal KM Nusantara untuk menemui pria yang akan menikahinya, ucap Kepala Desa Kolami saat dikonfirmasi lewat Wia WhatsApp dari Sumber berita ini, Sabtu ( 15/7/2023).
Kalau saya lihat anak ini, sambung Kades Kolami,sangat tertekan mentalnya,tidak mau di Nikahkan dengan orang yang bukan pasangan umurnya dan dipaksakan karena hanya masa allah utang dari kedua orang tuanya, padahal anak ini baru lulus Smp di desa Kolami.
Kemungkinan besar anak tersebut masih ada niat mau melanjutkan sekolahnya,ke jenjang yang lebih tinggi lagi, tambah Kades Kolami , Apriansah.
Harusnya anak 15 tahun itu dilindungi dan diberi bekal pendidikan yang cukup, bukan malah di paksakan untuk dinikahkan menjadi tumbal pembayaran utang, kata Kades Kolami.
"Apriansah, kepala desa sangat menyayangkan kejadian ini, seharusnya orang tua tidak sebaliknya berbuat hal yang demikian, kesal Kades.
Lanjut, Kades apalagi memukuli ataupun mencerdai anak kita sendiri ini sudah melanggar aturan terkait perlindungan anak di bawa umur, harapnya.
Melihat pada postingan di akun Facebook milik anak tersebut "Ntan Umara" menulis,.
"Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarokatuh!
Saya bernama Intan Laugi Umur 15 tahun memerlukan bantuan,,,, saya dipaksa menikah orang tua saya yang berinisial (R dan L) dengan laki-laki yang berinisial H. DW dikarenakan hutang piutang yang berjumlah 6 juta,,,, jika saya tidak menikah maka orang tua saya dipenjarakan, dan saya sekarang tinggal di desa Kolami,tulis Intan Laugi di akun fbx, Ntan Umara.
Untuk sementara ini dari media belum mendapat komunikasi dengan pihak kedua orang tuanya dan keluarga dari anak tersebut, tapi tidak menutup komungkinan media ini akan tetap menelusuri atas kejadian pemaksaan tersebut karena faktor bayar utang,( * )
Laporan : Dirham.

