Konselpos.com || Kendari - Anggota DPD RI, Umar Bonte melalui video resmi yang diunggah lewat akun La Ode Umar Bonte berdurasi dua menit tersebut, terlihat sikap eks Gubernur Sultra, Nur Alam yang meluapkan kekecewaan dan kemarahannya terhadap kebijakan Pemprov Sultra, terkait penertiban lahan prompev seluas 487 m, di jalan Ahmad Yani Kelurahan Anai Woi Kecamatan Wua wua Kota Kendari Sulawedi Tenggara.
Dihadapan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sultra, LM Ali Haswandy, serta Kasat Pol PP Sultra, Hamin Imbuh Nur Alam sampai buka baju lalu bilang tembak saya sampaikan Bos mu, lihat banyak yang vidio biar vidio ini di tau bpk presiden bagaimana sikap pemerintah daerah yang memperlakukan mantan gubernur, bayangkan saja saya mantan gubernur apa lagi masyarakat biasa, ucap NA di vidio yang firal, Kamis 12 Januari 2026.
Nur Alam sampai sampai membuka baju yang dikenakannya dan meminta Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sultra, LM Ali Haswandy, serta Kasat Pol PP Sultra, Hamin Lalu tembak saya dan sampaikan sekdamu.
La Ode Umar Bonte menanggapi sikap berlebihan Pemprov Sultra, dan bahkan mengingatkan jabatan yang dipangku dan diperoleh sekarang ini, jangan juga membuat menjadi sombong sampai melupakan orang lain, ucap Imar Bonte
“Pak Nur Alam ini mantan gubernur, mantan orang nomor satu di Sulawesi Tenggara, toko masyarakat. Kalau kalian tidak pernah menganggap beliau sebagai mantan gubernur, paling anggap beliau sebagai orang tua, sebagai toko masyarakat.
Dia Toko masyarakat Sulawesi Tenggara, ucap Umar Bonte dalam videonya, sampai sampai ia mengucurkan air mata lantaran sedihnya melihat seorang toko di Sultra.
Kalau sudah sampai kalian (Pemprov Sultra) kasih seperti ini, cara-cara perlakukan orang, menurut Umar Bonte tidak masuk akal, kasian Pak Nur Alam dikasih begini.
Sangat terlalu berlebihan jabatan apa yang membuat kalian buta sampai rasa hormat itu hilang?
Kekuasaan apa yang membuat kalian buta sampai melupakan kebaikan-kebaikan orang? Pak Nur Alam ini pernah baik. Ada kebaikannya di masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Ada kebaikannya pada rakyat Sulawesi Tenggara, jangan dibuat seperti ini. Tolonglah, saya sedih sekali lihat Pak Nur Alam dikasih begini.
Demi Allah, beliau mantan gubernur, sampai diperlakukan seperti ini, seperti sebatang kara.
Kalian buat seperti sebatang karang, aduh. manusia apa sebenarnya kalian itu ya?, tega sekali kalian, sangat tega,” ucap Umar Bonte DPD RI.( * )



