Konselpos.com || TOUNA- Bupati Tojo Una-Una, Ilahma Lawidu, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis yang diambil Gubernur Sulawesi Tengah,Dr.Anwar Hafid, dalam intervensi pembangunan tanggul untuk pengurangan risiko bencana di wilayah Tojo Una-Una.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Pelaksana Tugas Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto,S.T, M.Si, di ruang kerja Bupati, Rabu (11/3/2026)
Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tojo Una-Una, Sigit Labolong, dibahas kesiapan menghadapi ancaman bencana sesuai dengan usulan Bupati Ilham Lawidu kepada Gubernur Sulawesi Tengah.
Bupati Ilham Lawidu juga menyampaikan bahwa baru-baru ini dirinya menerima tim Basarnas Pusat diruang kerjanya.
Menurutnya, keberadaan tim Basarnas di Daerah Kabupaten Tojo Una-Una sangat penting untuk meningkatkan kecepatan respon dalam situasi darurat.
Pertemuan ini sendiri dipicu kegiatan verifikasi lokasih sungai Kajuou di Desa Sansarino, Kecamatan Ampana Kota yang di intervensi oleh BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk pembuatan tanggul melalui Program Pengurangan Risiko Bencana (PRB).
Kepala BPBD Kabupaten Tojo Una-Una,Sigit Labolong menyampaikan informasi tersebut pada Kamis,14 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa koordinasi erat antara BPBD provinsi dan kabupaten merupakan modal penting untuk memastikan efektivitas program PRB dalam melindungi wilayah rawan bencana di Tojo Una-Una.
Bupati Ilham Lawidu menyatakan, “Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Anwar Hafid atas perhatian dan tindakan nyata dalam mengantisipasi bencana sejak dini di daerah Tojo Una-Una melalui pembangunan tanggul ini.
Langkah strategis ini sangat membantu meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan masyarakat Tojo Una-Una.
Kami berharap, langkah ini mampu mendukung upaya mitigasi secara optimal dan meningkatkan rasa aman masyarakat di wilayah rawan bencana.”
Lebih lanjut, Bupati Ilham Lawidu menegaskan,“Peran serta semua pihak sangat penting, dan kolaborasi ini harus terus diperkuat agar upaya pengurangan risiko bencana dapat berjalan efektif, guna menciptakan lingkungan yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat kita.”
Langkah intervensi ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dan provinsi dalam menjalankan upaya mitigasi bencana secara kolaboratif, demi mewujudkan lingkungan yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.(*)
Laporan : Budi Dako




