Prabowo 'Ngamuk" di DPR : Bongkar Skandal Rp 15. 400 Triliun , Setop Harga Komoditas Diatur Asing!



Komselpos.com || Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membuat sebuah momentum langka, berani, dan bersejarah di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (20/5/2026).

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia, seorang Presiden datang dan berdiri langsung di mimbar Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027.

Namun, sidang paripurna yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ini tidak berjalan seperti biasa.

Suasana ruang sidang sempat tegang saat Presiden Prabowo Subianto dengan nada bicara yang menggelegar membongkar borok kebocoran ekonomi luar biasa yang telah menggerogoti kekayaan bumi pertiwi selama puluhan tahun.

Skandal Under Invoicing: Rp15.400 Triliun Kekayaan Negara Menguap

Di hadapan para wakil rakyat dan petinggi negeri, Prabowo meminta sebuah slide dipaparkan.

Angka yang muncul begitu mencengangkan.

Presiden mengungkapkan bahwa praktik under invoicing—yaitu kecurangan memanipulasi dokumen dengan melaporkan nilai ekspor-impor lebih rendah dari harga asli—selama 34 tahun terakhir (1991–2024) telah menembus angka USD 906 miliar atau setara Rp15.400 triliun.

"Under invoicing adalah kecurangan! Bayangkan kalau 900 miliar dolar itu kita nikmati, kita pakai, menjadi negara apa Indonesia ini, Saudara-saudara sekalian?" ujar Prabowo dengan nada bergetar menahan geram.

Berdasarkan hitungan acak pemerintah, perbedaan antara nilai yang dilaporkan dengan realita lapangan sering kali mencapai 50 % .

Artinya, setengah dari potensi pajak, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan bea masuk yang seharusnya masuk ke kas negara untuk membangun fasilitas publik dan menyejahterakan rakyat, justru menguap ke kantong para oknum penculas.

Prabowo bahkan sempat menyindir para hadirin di ruangan yang tersenyum getir mendengar paparannya.

"Banyak di antara kalian senyum, mungkin di antara kalian ada pengusaha-pengusaha juga di ruangan ini. Berarti tahu apa yang saya bicara itu keadaan yang sebenarnya," cetusnya tajam.

Sumber# tribunnews( ** )

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama